Kamis, 05 Februari 2009

PROFIL: Milan, Berawal Dari Klub Kriket Yang Kini Melegenda

Menarik mengikuti perjalanan Milan, sebuah klub dengan segudang prestasi baik domestik maupun Internasional.

PROFIL: Milan, Berawal Dari Klub Kriket Yang Kini Melegenda

Profil Singkat
Nama: Associazione Calcio Milan SpA
Julukan: Rossoneri (Merah Hitam), Il Diavolo (Sang Iblis)
Berdiri: 16 Desember 1899
Stadion: San Siro, Milan (Kapasitas 80,018)
Presiden: -
Pelatih: Carlo Ancelotti

Sejarah Klub
Milan adalah sebuah klub sepakbola yang bermarkas di Milan, Lombardy. Pertama dibentuk tepatnya pada 16 Desember 1899.

Namun Milan bukanlah sebuah klub sepakbola saat pertama didirikan, melainkan sebuah klub kriket. Adalah ekspatriat asal Inggris Alfred Edwards dan Herbert Kilpin yang berinisiatif mendirikan klub ini. Karena dua orang itulah nama klub 'Milan' tetap dipertahankan hingga kini, yang sempat diwacanakan untuk mengganti nama sebagai Milano, yang disesuaikan dengan dialeg Italia.

Pada tahun 1908, klub ini mengalami perpecahan. Masalahnya adalah ketidaksepakatan antara beberapa pihak terkait mendatangkan pemain asing. Akhirnya, untuk mewadahi keinginan itu, terbentuklah klub yang bermaterikan pemain asing yang kini dikenal sebagai Internazionale Milano.

Adapun Milan selalu identik dengan warna hitam merah. Karena hal itu pula Milan mendapat julukan Rossoneri. Ada filosofi tersendiri terkait pemilihan warna itu, yaitu merah mengartikan semangat berapi-api pemain Milan dan hitam sebagai penanda ketakutan tim lawan.

Milan bermarkas di San Siro, yang secara resmi disebut Stadio Giuseppe Meazza. Meazza sendiri merupakan mantan pemain Milan, dan juga rival sekota mereka, Inter. Adapun nama San Siro diambil dari lokasi distrik di mana stadion itu berada.

Pada 19 Desember 2005, wakil presiden Milan Adriano Galliani mengumumkan pihaknya serius mempertimbangkan keluar dari San Siro dan mencari atau membuat stadion baru dengan standar stadion sepakbola, yaitu tanpa lintasan atletik dan sebagainya. Sejauh ini keinginan tersebut belum terealisasi.

Prestasi
Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, mengumpulkan 29 tropi di berbagai kompetisi domestik dan menjadi klub yang kerap menjadi juara di ajang internasional, yaitu dengan memenangi 14 tropi kejuaraan Eropa dan 4 titel juara dunia. Hanya Boca Junior yang bisa menyamai prestasi itu.

Milan masih mendapat satu bintang di kostum mereka, yang menunjukkan Milan telah memenangi 10 kompetisi domestik Serie A. Milan juga diperbolehkan mengenakan kostum dengan Badge of Honour UEFA saat mengikuti kompetisi Liga Champions mengingat mereka sudah memenangi lima kejuaraan.

Di beberapa kejuaraan dan kompetisi, Milan juga mencatat rekor tersendiri sebagai tim yang paling sukses. Di SuperCoppa Italia misalnya, Milan mengumpulkan lima tropi (1988; 1992; 1993; 1994; 2004). Demikian juga di Piala SUper Eropa (1989; 1990; 1994; 2003; 2007) dan Piala Interkontinental (1969; 1989; 1990).

Fakta Menarik Lain

- Sejak tahun 1997, tak ada lagi pemain Milan yang boleh mengenakan nomor punggung #6 karena sudah dipensiunkan. Hal ini dilakukan untuk memberi penghormatan tersendiri kepada Franco Baresi, ikon Milan di masa lalu.

- Dari tahun 1907 hingga 1950, Milan mengalami paceklik gelar. Periode itu merupakan periode terburuk dalam sejarah Milan.

- Milan memegang rekor sebagai tim yang catatan rekor tak terkalahkannya paling panjang di Serie A, yaitu dalam 58 pertandingan, dimulai saat ditahan imbang Parma 0-0 pada 26 Mei 1991 hingga kalah ironis di kandang sendiri dari Parma 1-0 pada 21 Maret 1993. Di Level Eropa, rekor ini berada di urutan ketiga setelah capaian Steaua Bucharest (104 laga) dan Glasgow Celtics (68 laga).

- Paolo Maldini menjadi salah satu pemain Milan yang masuk dalam buku rekor Serie A sebagai pemain dengan caps terbanyak di kompetisi domestik.

- AC Milan menjadi sponsor utama Scuderia Playteam di ajang balap mobil Formula SuperLeague dengan Robert Doornbos, mantan driver Minardi dan Red Bull Racing di F1 sebagai gacoan mereka.

- Silvio Berlusconi menjadi presiden dengan periode terlama di Milan. Setidaknya selama 20 tahun ia berkuasa di Milan di mulai pada tahun 1986 hingga 2004, yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2006 hingga 2008. Piero Pirelli menjadi orang kedua dengan periode kekuasaan terpanjang, yaitu antara 1909 hingga 1928.

- Untuk pelatih, Carlo Ancelotti dan Herbert Kilpin menjadi orang dengan periode kepelatihan terpanjang di Milan dalam satu masa tugas. Carlo Ancelotti malah berkesempatan memecahkan rekor bila tahun depan kembali dipercaya menangani Rossoneri. Sejauh ini kedua orang ini sudah mencatat delapan tahun masa kepelatihan di Milan.